Mengetahui Penyebab Konstipasi Pada Anak

Mengetahui Penyebab Konstipasi Pada Anak

Sembelit atau konstipasi adalah keadaan yang membuat seseorang termasuk anak mengalami penurunan frekuensi ataupun kesulitan saat buang air besar. Selain itu kondisi tersebut membuat perubahan konsistensi feses jadi keras dengan ukuran lebih besar. Keadaan konstipasi sendiri dapat dialami oleh orang dewasa ataupun anak-anak sekalipun.

Pada anak-anak, konstipasi termasuk salah satu permasalahan kesehatan yang kerap terjadi. Anak-anak yang sedang mengalami konstipasi umumnya jarang buang air besar atau fesesnya menjadi keras serta kering. Karena itulah orang tua wajib mengetahui apa-apa saja yang menjadi penyebab konstipasi pada anak. Dengan demikian pencegahan konstipasi bisa dilakukan sedini mungkin.

Inilah penyebab konstipasi yang dapat terjadi pada anak

Biasanya konstipasi terjadi ketika feses bergerak dengan lambat lewat saluran pencernaannya serta ketika mengeluarkannya terasa keras dan kering. Terdapat sejumlah penyebab konstipasi yang terjadi pada anak dan perlu orang tua ketahui.

  1. Perubahan dalam pola makan

Apabila sang ibu tidak membiasakan anaknya untuk mengkonsumsi buah maupun sayuran dalam menu sehari-harinya, tentu menimbulkan resiko kekurangan serat pada anak. Hal inilah yang menjadi pemicu terjadinya konstipasi pada si kecil. Ditambah lagi adanya perubahan dalam bentuk makanan yang anak konsumsi dari yang mulanya serba air jadi makanan berbentuk padat membuat buah hati harus beradaptasi.

Hal inilah yang membuat anak nantinya lebih susah untuk makan. Kebutuhan akan serat per hari yang diperlukan anak berbeda-beda sesuai umurnya. Bagi anak yang berusia 1 sampai 3 tahun membutuhkan sekitar 16 gram serat per harinya atau setara dengan wortel rebus seberat 2 kg. Makanan yang di dalamnya terkandung serat serta baik anak-anak konsumsi antara lain pir, oatmeal, berry, apel, pasta gandum, wortel serta ubi jalar.

  1. Anak kerap menahan buang air besar

Penyebab dari konstipasi yang terjadi pada anak yaitu ia kerap mengabaikan keinginannya untuk BAB atau buang air besar. Biasanya hal ini disebabkan oleh banyak faktor, contohnya ketika anak tengah BAB ia merasa kesulitan untuk mengeluarkannya lantaran feses terasa keras sehingga ia menjadi sakit ketika mengeluarkannya. Hal inilah membuat anak menjadi trauma untuk ke toilet.

Tak jarang kondisi tersebut membuat anak berupaya menghindar dari pengulangan pengalamannya mengalami buang air besar yang terasa sulit. Ada juga karena anak merasa takut ke toilet atau tengah asyik bermain. Sehingga mereka takut tertinggal akan kesenangannya ketika bermain dan justru lebih memilih menahan rasa ingin buang air besar.

Tak jarang sejumlah anak juga memilih menahan BAB lantaran alasan tak merasa nyaman saat memaki toilet umum tepatnya ketika jauh dari rumahnya. Mengetahui apa saja penyebab konstipasi yang bisa terjadi pada anak menjadi pengetahuan dasar orang tua dalam merawat buah hati mereka.